Friday, May 20, 2011

Sensori Integrasi untuk Kesiapan Belajar


Metode Sensori Integrasi adalah salah satu metode terapi pada Okupasi Terapi (OT). Dimana OT adalah terapi untuk meningkatkan kemampuan okupasional (dalam bahasa Inggris, artinya pekerjaan). Okupasional anak diantaranya adalah belajar. Dalam belajar, diperlukan beberapa kemampuan seperti yang dapat dilihat dalam gambar piramid. Kemampuan-kemampuan tersebut saling melengkapi dan menunjang, sampai pada akhirnya mampu membantu anak untuk dapat melakukan kegiatan belajar (Academic Learning).

Central Nervous System yang terletak pada bagian paling bawah piramid, adalah otak kita. Sistem ini bertugas untuk mengolah semua input-input yang diterima melalui indera (sensory system) sehingga bisa menghasilkan output berupa respon adaptif (contoh: menjawab ketika ditanya, berpegangan ketika akan jatuh, problem solving, dsb.).

Level selanjutnya pada piramid, adalah Sensory System (Sistem Indera). Sistem ini merupakan jendela bagi otak, sehingga input-input dari luar tubuh dan dalam tubuh dapat disampaikan ke otak. Apabila sebagian dari Sensory Sytem bermasalah, maka otak akan kesulitan memproses input-input yang masuk, bahkan input-input tersebut tidak dapat masuk sama sekali.

Di atas Sensory System pada piramid, ada Sensory Motor Development. Pada level ini terjadi koordinasi antara sensori (indera) dan motorik (gerak). Misalnya: keseimbangan, perencanaan gerak, koordinasi dua tangan.

Pada level Perceptual Motor Development, anak akan mampu untuk mencerna atau memahami sesuatu. Anak juga akan bisa mempertahankan atensi, kontak mata, koordinasi mata-tangan, dan mempersepsi ruang.

Cognition Intellect merupakan puncak piramid, yang menyebabkan anak dapat belajar akademik secara mandiri, berperilaku baik, serta mampu melakukan aktifitas keseharian secara mandiri.

Apabila ada beberapa kemampuan di badan piramid tersebut yang belum maksimal, maka akan menghambat kemampuan anak untuk belajar. Pada beberapa kasus yang kami tangani, ada anak-anak yang mengalami kesulitan belajar di sekolah. Orang tuanya melihat bahwa anaknya kesulitan menerima materi pelajaran. Kemudian orang tua cenderung memberikan anaknya les tambahan di luar sekolah. Namun hasil yang didapat tidak maksimal, bahkan ada anak yang semakin tertekan setelah mengikuti les di luar sekolah. Permasalahan tersebut disebabkan oleh tidak matangnya kemampuan anak pada komponen-komponen di bagian tengah atau bawah piramid.

OT dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan pada badan piramid tersebut. Sehingga anak dapat secara mandiri melakukan kegiatan belajar (Academic Learning) di sekolah dengan memaksimalkan potensi dalam dirinya. Dengan mengikuti Okupasi Terapi menggunakan metode Sensori Integrasi, maka permasalahan-permasalahan pada setiap level piramid dapat teratasi tanpa menggunakan obat (dengan catatan tidak ada gangguan organik, misalnya: hydrocephalus, cerebral palsy). Karena yang dilakukan pada saat mengikuti terapi adalah aktifitas-aktifitas yang sifatnya terapeutik dan cenderung menyenangkan bagi anak (seperti bermain).

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete